Cara Merawat Kelinci & Mamalia Tinggi Gizi

Kelinci memang tipe hewan peliharaan yang sangat mudah untuk dikembangbiakkan, selain harganya bisa dibilang mahal tapi hewan peliharaan yang satu ini cukup menyenangkan yang tidak memiliki sikap agresif dan perawatan khusus seperti halnya hewan peliharaan pada kucing serta anjing.

Pada umumnya hewan menggemaskan ini memiliki dua jenis, yaitu kategori liar (terwelu atau Lepus curpaeums) dan kategori peliharaan (Oryctolagus cuniculus) kedua jenis tersebut tentunya memiliki tampilan sangat berbeda dari keduanya tergantung pada jenis serta ketegoarinya.

Penggunaan hewan yang menggemaskan ini sebagai hewan peliharaan yang tentunya dapat membantu sang pemilik dalam menghilangkan stres, nah untuk memeliharanya dirumah dengan cara yang baik dan benar mari simak penjelasan berikut semua tentang hewan menggemaskan ini!

Kelinci Jenis Mamalia Apa?

Kelinci Kawin

Hewan peliharaan menggemaskan ini ternyata masuk ke dalam jenis mamalia dari familia Leporidae, karena cukup banyak ditemukan di bagian bumi yang dikembang biakan dengan cara beranak atau disebut Vivipar yang dulunya hewan mamalia satu ini menjadi hewan liar yang hidup di Afrika dan berkembang hingga ke daratan Eropa.

Perkembangannya terjadi pada tahun 1912 yang diklasifikasikan ke dalam ordo Lagomorpha adalah ordo mamalia tersebut terdiri dari dua Familia yang masih ada, nah asal kata kelinci sendiri berasal dari bahasa Belanda yaitu Konijntje yang memiliki arti “anak kelinci”.

Manfaat Ayam Kalkun

Manfaat Ayam Pedaging Broiler

Manfaat Ayam Kampung Gizi Terbaik

Pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa masyarakat Nusantara mulai mengenali hewan mamalia yang menggemaskan ini saat masa kolonial, namun di Pulau Sumatra sendiri ada satu spesies asli Sumatra bernama Nesolagus Netscheri yang ditemukan pada tahun 1972.

Manfaat Kelinci

Manfaat Daging Kelinci

Hewan mamalia yang satu ini ternyata memiliki manfaat yang cukup banyak pada dagingnya jika dikonsumsi oleh manusia, karena bisa juga masuk ke dalam jenis hewan pedaging loh yang memiliki kadar lemak sangat rendah dan berikut manfaat-manfaat lainnya yaitu:

Sumber Protein

Kandungan protein yang cukup tinggi pada daging hewan yang satu ini jika dikonsumsi oleh manusia mampu memenuhi kebutuhan protein di dalam tubuh untuk setiap harinya, selain itu juga menjadi persentase protein tertinggi daripada jenis daging konsumsi lainnya.

Manusia yang mengonsumsi 33 gram saja daging hewan mamalia ini mampu menghasilkan sekitar 66% kandungan protein yang dapat dicerna, karena kandungan protein sangat lah penting yang dibutuhkan tubuh guna mendukung masa pertumbuhan khususnya pada anak-anak.

Menjaga Kesehatan Tulang dan Gigi

Kesehatan tulang dan gigi akan terjaga dengan mengonsumsi daging tersebut dengan porsi sekitar 33 gram saja, karena mengandung kandungan kalsium dan juga fosfor dalam jumlah yang cukup tinggi daripada daging konsumsi lainnya.

Kandungan kalsium memang memiliki peran penting di dalam tubuh dalam menjaga kesehatan tulang serta gigi yang kuat, maka dengan mengonsumsi daging kelinci asupan kalsium dan juga fosfor akan terpenuhi dengan jumlah yang cukup tinggi.

Menjaga Berat Badan Ideal

Manfaat kelinci yang cukup penting salah satunya adalah dapat menjaga berat badan yang ideal khususnya bagi kaum wanita, karena dengan mengonsumsi 100 gram saja mampu membantu menurunkan berat badan dan membentuk badan yang ideal.

100 gram saja mengandung lemak hanya sekitar 3,5 gram lemak dan jumlah kandungan lemak tersebut bisa dibilang paling rendah dari pada jenis daging konsumsi lainnya, maka untuk yang menjalani program diet rendah lemak dengan mengonsumsi daging hewan mamalia ini dapat menurunkan berat badan dan juga menjaga kadar kolesterol.

Baik Dikonsumsi Ibu Hamil

Baik dikonsumsi ibu hamil menjadi salah satu manfaat dari daging hewan mamalia menggemaskan ini, karena kandungan dagingnya sendiri penuh dengan nutrisi seperti serat dan protein serta teksturnya juga cukup mudah dikunyah dengan rasa yang tidak kalah lezat.

Efek yang akan dihasilkan dari mengonsumsi daging hewan mamalia ini sangat baik apalagi bagi ibu hamil serta juga anak-anak, maka sangat disarankan pada anak-anak untuk memberikan makan pertamanya yang mengandung daging kelinci agar memastikan awal yang sehat.

Menjaga Kadar Kolesterol

Daging memiliki keistimewaan yang dapat mengatur kadar kolesterol tapi tidak banyak orang yang mengetahuinya, karena ada beberapa yang beranggapan bahwa daging hewan mamalia ini mengandung kolesterol jahat.

Faktanya daging yang dikonsumsi memiliki manfaat tersendiri dengan adanya kandungan yang dapat berfungsi untuk menurunkan kolesterol jahat, asal diolah dengan cara direbus yang tentunya tanpa kulit akan menjadi salah satu manfaatnya.

Meningkatkan Sistem Imun

Meningkatkan System Imun

Sistem kekebalan tubuh dapat meningkat dengan mengonsumsi 100 gram saja daging kelinci, karena memiliki kandungan mineral yang mampu membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan melindungi tubuh dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas.

Kandungan mineral yang cukup tinggi, selain itu juga memiliki kandungan Selenium yang menjadi salah satu antioksidan yang berperan penting dalam proses peningkatan kekebalan tubuh pada manusia.

Tata Cara Pelihara Kelinci

Tata cara pelihara hewan mamalia yang satu ini memang harus diketahui terlebih dahulu sebelum memulainya, karena pemeliharaan yang tepat membuatnya menjadi lebih sehat untuk hewan peliharaan yang unik ini dan berikut cara pemeliharaan yang tepat bagi pemula yaitu:

Persiapkan Kandang

Kandang adalah langkah pertama yang harus dipersiapkan sebelum memulai pemeliharaan dan jika dipelihara di rumah sangat disarankan untuk menempatkan kadang di dalam ruangan, karena untuk menjadi suhu yang ekstrem dengan baik apalagi jika terjadinya musim panas.

Lokasi kandang memang juga cukup penting diperhatikan, karena kelinci sendiri adalah hewan yang cukup gampang mengalami stres walaupun hanya mendengar suara binatang lainnya yang dianggap mengancam.

Pembuatan kandang juga penting memperhatikan ukuran dan kandang yang tepat memiliki ukuran minimal 5 kali dari ukuran kelinci, karena hewan mamalia ini membutuhkan banyak ruang gerak untuknya bergerak bebas.

Perhatikan Jadwal Makan dan Minum

Kelinci Makan

Hewan mamalia ini masuk ke dalam jenis hewan nokturnal yang akan beraktivitas pada malam hari, karena hal tersebut menyebabkan jadwal makan yang tidak tepat jika tidak diperhatikan dan pemilik wajib memberikan pakan dengan porsi 2 kali lipat pada malam hari.

Pemberian pakan pada hewan menggemaskan ini harus sekitar 2-3 kali dalam satu malam saja, apalagi kelinci adalah jenis hewan yang akan memakan makanannya sedikit demi sedikit namun sering jadi alangkah baiknya pemilik harus selalu menyediakan makanannya.

Pemilik cenderung memberikan pakan yang cukup banyak pada pagi atau siang hari dan lupa porsi pada malam hari, sehingga membuat hewan mamalia ini akan kembung yang disebabkan meminum air terus menerus dan menggigit benda lainnya yang berada di sekitar akibat kelaparan.

Berikan Pakan yang Seimbang

Pemberian pakan yang seimbang pada hewan mamalia menggemaskan ini memang penting untuk memenuhi kebutuhan nutrien, karena zat tersebut berperan penting dalam masa perkembangannya dan zat tersebut bisa diukur dalam jenis pakan yang berbahan kering.

Cara pemeliharaan yang tepat akan diukur dari pemberian pakannya apalagi hewan yang satu ini memiliki sistem pencernaan yang begitu kompleks, maka sangat penting bagi mereka untuk mendapatkan pakan yang tepat dan seimbang dalam kandungan nutrisinya.

Kebutuhan jumlah atau kuantitas BK pakan untuk kelinci yang sedang tumbuh sekitar 3-4% dari bobotnya dan untuk calon bibitnya sekitar 6,7%, maka dengan memberikan pakan dengan kandungan nutrisi yang seimbang dapat mendukung masa pertumbuhannya serta juga kesehatannya.

Kesimpulan

Itulah informasi lebih dalam tentang hewan mamalia yang penggunaannya bisa menduduki dua fungsi yaitu sebagai kelinci pedaging yang diambil dagingnya, namun bisa juga sebagai hewan peliharaan yang akan menghiasi pekarangan rumah dengan tampilan fisik yang menggemaskan.

Give a Comment