Cara Mudah Ternak Ikan Lele Bagi Pemula

Ternak ikan lele saat ini sangat populer apalagi ikan konsumsi yang satu ini banyak digemari khususnya masyarakat Indonesia, karena rasa dagingnya yang gurih dan ketersediaan ikan yang satu ini sangat mudah ditemukan di pasar-pasar tradisional serta salah satu faktor yang cukup kuat untuk para peminat ikan berkumis ini terdapat pada harganya yang terjangkau.

Ikan jenis ini juga masuk kedalam salah ikan yang kaya akan gizi seperti omega-3, serat protein, asam amino, zat besi, yodium, kaya akan vitamin (A, D, B6 dan B12) hingga jika dikonsumsi dengan porsi yang pas mampu menghasilkan manfaat yang baik untuk tubuh serta juga bisa menjadi makanan penyeimbang gizi harian tubuh.

Budidaya ikan lele pada saat ini memang menjadi salah satu bisnis yang sangat menjanjikan, karena hal tersebut ditinjau dari permintaan pasar terhadap ikan jenis ini semakin lama akan semakin meningkat dari tahun ke tahun maka sangat menarik bukan? Nah jika tertarik untuk membudidayakan nya mari simak penjelasan berikut!

Tata Cara Ternak Ikan Lele, Perhatikan Langkah-langkahnya!

Ternak ikan lele dengan mudah

Tata cara ternak ikan yang satu ini memang bisa dibilang susah-susah gampang, maka para peternak pemula khususnya yang baru pertama kali terjun kedalam peternakan lele harus mengetahui terlebih dahulu tata caranya.

Ikan lele sendiri adalah jenis ikan nokturnal dan juga memiliki sifat kanibal atau bisa memakan ikan sejenisnya, karena ikan ini sendiri masuk kedalam salah satu hewan karnivora dan untuk pembahasan lebih dalam tentang tata cara ternak ikan lele agar hasil panen lebih maksimal antara lain:

Persiapan Media Kolam

Persiapan media kolam yang akan digunakan memang perlu apalagi kolam ternak ikan lele cukup banyak, maka peternak bisa menggunakan beberapa jenis kolam yang sesuai dengan kebutuhan dan jenis kolam yang biasa digunakan seperti kolam tanah, kolam semen, kolam terpal, jaring apung serta keramba.

Mengenal Jenis Ikan Lele Yang Banyak Di Konsumsi

Daftar Harga Ikan Kerapu Berbagai Jenis Lengkap

Kolam-kolam tersebut juga memiliki keunggulan serta kelemahannya masing-masing apalagi jika dilihat dari segi bisnis, karena penggunaan kolam juga harus memutuskan terlebih dahulu jenis kolam yang akan digunakan dengan mempertimbangkan beberapa faktor salah satunya kondisi lingkungan dan sumber dana yang dimiliki.

Pemilihan Benih Ikan Lele

Pemilihan benih sendiri memang tidak boleh dilakukan sembarangan bahkan akan menjadi langkah pertama kesuksesan ternak ikan lele tersebut, maka pastikan terlebih dahulu kualitas benih yang akan digunakan harus benar-benar berkualitas serta sehat dan berikut ciri-cirinya:

  • Bergerak dengan lincah
  • Dilihat pada tubuhnya yang tidak cacat serta luka
  • Terbebas dari penyakit
  • Gerakan renang yang normal

Gerakan renang yang normal pada bibit ikan jenis ini bisa dilihat dengan memposisikan benih pada arus air, karena jika benih tersebut menantang arus air serta bisa bertahan artinya gerakan renang pada benih tersebut bisa dikatakan normal.

Pemberian Pakan

Pakan ikan lele

Pemberian pakan pada salah satu hewan karnivora yang satu ini sangat disarankan harus memiliki kandungan protein hewani, maka bisa menggunakan berbagai macam jenis pelet yang dijual dipasaran yang memiliki kandungan nutrisi sesuai dengan kebutuhannya dan pemberian pakan pada setiap harinya mulai dari 4-5 kali.

Waktu pemberian pakan bisa pada saat pagi, siang, sore hingga malam hari apalagi hewan yang satu ini tergolong nokturnal maka pemberian pakan lebih banyak pada sore atau malam hari dan perhatikan kandungan pakan yang dibutuhkan ikan lele yaitu:

  • 30% protein
  • 4-16% lemak
  • 15-20% karbohidrat
  • Vitamin
  • Mineral

Perhatikan Kualitas Air Kolam

Kualitas air pada kolam memang kerap dilupakan para ternak ikan lele apalagi jika kolam tersebut tertimbun sisa-sisa pakan yang dapat menimbulkan gas amonia atau hidrogen sulfida, karena gas tersebut sangat membahayakan kelangsungan hidup dan juga lingkungan setempat.

Gas tersebut jika dibiarkan selain membahayakan ternak ikan lele tersebut, akan menimbulkan bau busuk yang sangat menyengat maka solusi yang harus dilakukan adalah membuang sepertiga air yang ada dibawah permukaan kolam dan isi kembali dengan air yang baru.

Pembasmian Hama dan Penyakit

Pembasmian hama serta penyakit memang harus dilakukan dan ada beberapa jenis hama yang tidak asing lagi masuk ke dalam hama predator seperti ular, sero, linsang, musang air, burung serta hama pesaing lainnya yaitu ikan mujair.

Pencegahan yang bisa dilakukan untuk jenis hama tersebut adalah dengan memasang saringan di jalan masuk dan keluarnya air, selain itu juga bisa memasang pagar untuk mengelilingi kolam agar ikan lele terjamin keamanannya.

Nah untuk penyakit yang sering menyerang ikan jenis ini adalah jenis protozoa, bakteri hingga virus menjadi penyakit yang sangat berpotensi menyebabkan kematian dan ciri-ciri yang bisa dilihat jika ikan tersebut terserang penyakit dari mikroorganisme adalah timbulnya bintik putih, perut yang kembung hingga adanya luka.

Masa Panen Tiba

Masa panen akan tiba jika dalam waktu 2,5-3,5 bulan dan lele yang didapatkan sekitar 8-12 ekor setiap kilogramnya, nah ada hal yang perlu diketahui pada saat memanen ikan lele ketika 24 jam sebelum dipanen ada baiknya untuk tidak memberinya pakan .

Penyetopan pakan pada saat panen bertujuan agar ikan lele tidak membuang kotoran pada saat diangkut, selain itu para peternak jangan lupa melakukan pernyortiran berdasarkan ukuran yang bisa berdampak besar terhadap harga jual hingga ternak ikan lele memperoleh keuntungan yang cukup besar.

Kesimpulan

Nah itulah beberapa tata cara ternak ikan lele yang bisa dipraktekan saat menjalankan bisnis budidaya tersebut, maka dengan melakukan tata cara diatas serta ketersediaan sumber daya yang cukup bisa membuat omzet bisnis akan meningkat.

Cukup menarik bukan? Dan jika tertarik untuk memulai bisnis ternak ikan lele, maka simak baik-baik penjelasan diatas yang akan membantu mulai dari persiapan kolam hingga masa panen tiba.

Tinggalkan komentar