Ayam Brahma, Ayam Raksasa Yang Banyak Diburu Orang

Ayam brahma adalah jenis ayam hias yang ditujukan untuk dipelihara sebagai hiasan dalam pekarangan rumah, karena untuk jenis hias ini memiliki keunikan tersendiri postur tubuh yang besar dan kekar seperti binaragawan yang akan menjadi daya tarik.

Sumber-sumber yang telah dipelajari berpendapat bahwa ayam jenis ini berasal dari Negara India, lalu namanya tersebut diambil dari tempat asalnya yaitu Brahmaputra yang memiliki postur tubuh gagah perkasa.

Bobot pada ayam brahma betina dewasa memiliki rata-rata berbobot 4 kg dan untuk jantan bobotnya hingga mencapai 6-7 kg, selain itu juga memiliki keistimewaan dengan produktifitas yang cukup bagus untuk dipelihara sebagai ayam petelur.

Popularitas jenis ayam yang satu ini di negara Indonesia semakin naik yang membuat banyak orang penasaran, apalagi harga jualnya untuk beberapa tahun kebelakang telah menyedot banyak perhatian bagi para pecinta ayam hias dan untuk yang belum mengenalnya mari simak penjelasan dibawah ini!

Karakteristik Ayam Brahma

Karakteristik Ayam Brahma

Jenis ayam hias yang memiliki postur tubuh gagah atau besar dan memiliki keunikan tersendiri, yaitu terdapat dari bulunya yang tebal hingga menutupi kaki serta pada bentuk tubuhnya seperti huruf V.

Ukurannya yang jumbo membuat bobotnya juga sangat besar dari jenis ayam pada umumnya, lalu di negara asalnya ayam jenis ini sengaja di ternak sebagai ayam pedaging yang memiliki kandungan daging dan lemak yang cukup tinggi.

Baca Juga

Cara Ternak Ayam Bangkok

Manfaat Ayam Kampung, Memiliki Gizi Yang Lebih Baik

Beda ceritanya lagi jika di Indonesia untuk peternak ayam jenis ini masih dibilang cukup jarang bahkan, sehingga kebanyakan peternak di Indonesia menjadikannya sebagai ayam hias dan harganya juga terbilang cukup tinggi tapi tidak membuat penghalang untuk penghobi ayam brahma ini.

Ciri-ciri Ayam Brahma

Ciri Ciri Ayam Brahma

Ciri-ciri ayam jenis memang bisa dilihat dengan mudah dari postur tubuhnya yang jumbo dengan tinggi yang sebanding dari bobotnya, namun masih banyak orang yang kebingungan dengan ciri-ciri ayam jenis ini tapi jangan khawatir berikut terdapat beberapa ciri umum yang dapat diketahui yaitu:

  • Usia dewasa bisa mencapai tinggi hingga 70 cm
  • Memiliki kulit yang berwarna kuning
  • Ciri khas terdapat pada bulu nya yang tumbuh sampai ke kaki
  • Memiliki beberapa varietas berdasarkan bulu seperti, dark, buff dan light
  • Betina dewasa bobotnya mencapai berat 4 kg
  • Pejantan bobotnya berada di kisaran berat 6-7 kg

Jenis Pakan Ayam Brahma

Pakan Ayam Brahma

Jenis pakan untuk ayam hias ini tentunya pakan yang memiliki nilai gizi seimbang, karena pada dunia peternakan pakan akan menjadi salah satu faktor utama yang mendukung dalam pertumbuhan ayam tersebut.

Peternak yang memberikan pakan sembarangan dan tidak sama sekali memperhatikan nilai gizi, maka ayam tersebut pada saat mencapai usia dewasa pertumbuhannya tidak akan maksimal bahkan memiliki ukuran tubuh yang lebih kecil dari biasanya.

Pertumbuhan pada ayam juga akan dipengaruhi oleh beberapa faktor yang benar-benar harus diperhatikan oleh peternak, selain itu juga setiap peternak memiliki cara tersendiri dalam pemberian pakan.

Jenis pakan yang bisa diberikan pada jenis ayam brahma ini pada umumnya akan sama dengan jenis unggas lainnya, namun ada sedikit perbedaan dimana nilai gizi pada pakan harus benar-benar diperhatikan dan berikut jenis-jenis pakannya yaitu:

  • voer/BR (AD1/2, 591, 594,)
  • Bekatul
  • Dedak
  • Beras Merah
  • Jagung Giling
  • Berbagai macam jenis kacang-kacangan

Selain dari jenis pakan diatas, pemberian pakan pada unggas juga bisa memberikan jenis pakan dari sayur-sayuran untuk mendukung lebih dalam masa pertumbuhannya dan berikut jenis pakan dari tumbuhan yang bisa diberikan antara lain:

  • Eceng gondok
  • Azzola
  • Sawi
  • Kubis
  • Daun pepaya

Pemberian pakan dari kedua jenis diatas memiliki tujuan utama yang terdapat pada pertumbuhannya dengan keadaan yang sehat, maka akan membantu ayam brahma terhindar dari berbagai macam penyakit yang menyerang.

Jenis pakan dari tumbuhan salah satunya daun pepaya akan membantu peternak untuk ayam brahma yang mengalami turunnya nafsu makan dan untuk mempercepat masa pertumbuhan bisa berikan jenis pakan voer yang diproduksi oleh pabrikan pakan.

Produktifitas Ayam Brahma dalam Bertelur

Telur Ayam Brahma

Ayam brahma dalam memproduksi telur nya cukup baik yang bisa dilihat dari sisi pertumbuhannya, lalu memiliki salah satu keunggulan yang cukup menguntungkan terdapat pada tingkat daya tetas nya dalam perkembangbiakan tersebut.

Indukan ayam jenis ini bisa menghasilkan telur cukup banyak sekitar 16-18 telur dalam satu periode, sehingga hal tersebut membuat peningkatan yang begitu cepat dalam beberapa tahun ini untuk perkembangan ayam brahma.

Pada saat masa perkawinan untuk ayam jenis ini saat berusia 8 bulan dan untuk betina akan bertelur saat berusia 8 bulan, lalu jika telur-telur tersebut dierami dengan indukannya hanya mampu bertelur sekitar 16-18 butir saja.

Penggunaan mesin tetas akan mempengaruhi produktivitas telur pada ayam jenis ini, karena tidak menutup kemungkinan telur yang dihasilkan pada saat menggunakan mesin tetas bisa mencapai 40-60 butir dalam sekali masa bertelur.

Kesimpulan

Itulah beberapa penjelasan tentang salah satu ayam hias yang memiliki harga tinggi, maka hal tersebut bisa menjadi peluang yang cukup besar dalam dunia ternak tapi tentunya dalam sebuah bisnis pastinya akan terdapat beberapa hal penghalang salah satunya informasi tentang tata cara beternak.

Peternak pemula yang tertarik untuk beternak ayam brahma ini harus benar-benar memperhatikan nilai gizi pada pakannya, karena pemberian pakan yang sembarangan akan mengurangi nilai jual pada ayam jenis ini dan informasi diatas bisa dijadikan bahan referensi untuk peternak pemula.

Related Topics

Give a Comment